Pekanbaru ( jendelariau.id ) Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2025–2030 telah memasuki tahun pertama. Sejumlah program pembangunan yang tercantum dalam visi dan misi daerah dilaporkan mulai dijalankan secara bertahap.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan evaluasi tersebut kepada wartawan, Jumat (20/2/2026) petang. Ia menegaskan, tantangan utama pada awal masa jabatan adalah kondisi keuangan daerah yang cukup berat akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Ketika dilantik, kondisi keuangan daerah sangat memprihatinkan. Pemotongan dana dari pusat menjadi tantangan besar di awal kepemimpinan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemprov Riau mampu melewati kendala tersebut melalui pengendalian belanja yang ketat, penyesuaian anggaran, dan restrukturisasi Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kami harus bekerja keras dengan pengetatan pengeluaran dan penyesuaian TPP ASN. Keputusan ini tidak mudah, namun diperlukan untuk menjaga stabilitas fiskal,” jelas SF Hariyanto.
Ia menambahkan, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan sesuai visi misi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. SF Hariyanto berharap, memasuki tahun kedua, kondisi keuangan daerah membaik sehingga program prioritas dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Riau.
( Red )



