Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh wilayah Riau. Program pendidikan gratis berbasis asrama ini dirancang untuk menjawab persoalan keterbatasan akses pendidikan formal yang masih dialami masyarakat miskin.
Hingga saat ini, Provinsi Riau telah memiliki tiga Sekolah Rakyat yang beroperasi, masing-masing dua unit di Kota Pekanbaru dan satu unit di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Dalam waktu dekat, Pemprov Riau kembali menambah satu Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebagai bagian dari pengembangan program tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing telah dimulai dan ditargetkan rampung pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya usai memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru, Kamis (22/1/2026).
“Untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing sudah mulai berjalan. Insyaallah tahun ini selesai dan bisa segera dimanfaatkan,” ujar Hariyanto.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat di Riau mencakup 11 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, tujuh daerah telah menyelesaikan seluruh tahapan persiapan, termasuk kesiapan lahan dan administrasi. Sementara itu, empat wilayah lainnya masih menghadapi kendala teknis, terutama terkait penyesuaian dan relokasi lahan.
“Ada tujuh daerah yang sudah clean and clear, tanahnya sudah siap. Empat daerah lainnya masih dalam proses karena kontur wilayahnya kurang sesuai, sehingga perlu penggantian lokasi,” jelasnya.
Menurut Hariyanto, Pemprov Riau terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar seluruh rencana pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi akan dibangun dengan konsep fasilitas yang lengkap dan terpadu. Sekolah tersebut akan melayani pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain gedung sekolah, lanjut Zulfadli, fasilitas asrama juga disiapkan karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem pembelajaran berbasis asrama atau boarding school. Dengan konsep tersebut, peserta didik akan mendapatkan pendampingan pendidikan, pembinaan karakter, serta pemenuhan kebutuhan dasar secara menyeluruh.
“Insyaallah akhir tahun ini pembangunannya selesai dan fasilitasnya akan sangat lengkap. Kami berharap Sekolah Rakyat ini benar-benar mampu memutus rantai kemiskinan, sehingga anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa mengenyam pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkap Zulfadli.
Program Sekolah Rakyat di Provinsi Riau menjadi salah satu program strategis daerah di bidang pendidikan dan sosial. Program ini tidak hanya menekankan pada pemerataan akses pendidikan gratis, tetapi juga pembentukan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan keluarga miskin secara berkelanjutan.
Melalui pengembangan Sekolah Rakyat, Pemprov Riau berharap dapat mewujudkan visi pembangunan daerah yang berdaya saing, inklusif, dan berkeadilan sosial, sehingga seluruh masyarakat Riau memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan dan meningkatkan taraf hidupnya.
Tim Redaksi



