Pekanbaru ( jendelahukum.id ), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Soni Sonjaya, menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) serta keterbukaan informasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan tersebut disampaikan saat rapat konsolidasi bersama para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra yayasan se-Provinsi Riau yang digelar di Ballroom Hotel Premier Pekanbaru, (2/2026).
Dalam arahannya, Soni menekankan bahwa seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat, telah diatur dalam SOP yang jelas dan wajib dijalankan secara disiplin.
Ia menyebutkan, berbagai persoalan yang muncul di lapangan umumnya disebabkan oleh kelalaian dalam mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Selain aspek teknis, transparansi anggaran juga menjadi perhatian utama. Dalam ketentuan program, alokasi biaya ditetapkan sebesar Rp15.000 per porsi untuk sasaran umum dan Rp13.000 per porsi bagi kelompok kecil seperti balita dan anak taman kanak-kanak.
Untuk mendukung keterbukaan informasi publik, BGN mewajibkan setiap SPPG memiliki akun media sosial. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi terkait menu harian, bahan yang digunakan, harga bahan, hingga kandungan gizi makanan yang disajikan.
Soni juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan dan kolaborasi aktif bersama SPPG dan mitra yayasan. Pembangunan SPPG di Riau ditargetkan mencapai 800 unit. Hingga saat ini, sebanyak 633 titik telah berdiri, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
Secara nasional, BGN telah menutup portal pendaftaran SPPG baru. Namun, apabila masih terdapat kebutuhan tambahan di wilayah tertentu, pemerintah daerah dapat mengajukan permohonan resmi melalui bupati atau wali kota untuk dilakukan verifikasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa dari target 677 unit yang tersebar di 12 kabupaten/kota, sebanyak 633 SPPG telah beroperasi. Program MBG di Riau saat ini telah menjangkau sekitar 1,42 juta penerima manfaat dengan dukungan 25.035 relawan aktif.
( Red )



